Hadirkan Wagub Sulut, Peringatan HLUN ke 23 di Kotamobagu Berlangsung Meriah

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Kotamobagu,WB—Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-23 Tingkat Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang dipusatkan di Lapangan Boki Hotinimbang Kota Kotamobagu berlangsung meriah dan khidmat.

Peringatan HLUN ke-23 ini menghadirkan langsung Wakil Gubernur Sulut Steven O.E Kandouw berserta rombongan dari Pemerintah Provinsi Sulut.

Wagub Steven Kandouw beserta rombongan disambut langsung oleh Walikota Kotamobagu, Tatong Bara, Wakil Walikota Kotamobagu, Nayodo Koerniawan, Bupati Bolaang Mongondow, Yasti Soepredjo Mokoagow, Wakil Bupati Bolaang Mongondow Timur Rusdi Gumalangit beserta unsur Forkominda se Bolmong Raya. Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi adat Bolaang Mongondow yakni Itum-Itum dan Tarian Perang Tuitan.

Pada peringatan HLUN tahun 2019 yang mengambil tema Lanjut Usia Mandiri, Sejahtera dan Bermanfaat ini, Steven Kandow mengajak para lansia bisa menjadi aset sumber daya manusia yang tetap sehat, mandiri, produktif, sejahtera dan bermanfaat sehingga para lansia bisa berkontribusi secara positif terhadap pembangunan.

Pada kesempatan itu, sejumlah Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dipimpin Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan dilantik dan dikukuhkan langsung oleh Wali Kota Tarong Bara sebagai Komisi Daerah (Komda) Lanjut Usia Kota Kotamobagu.

Wali Kota Tatong Bara pada sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang telah memilih Kota Kotamobagu sebagai pusat Perayaan HLUN tersebut. “Saya atas nama pribadi dan masyarakat kota Kotamobagu juga ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah provinsi Sulawesi Utara, bapak wakil gubernur atas kepercayaan kepada pemerintah daerah Kotamobagu sebagai pelaksanaan kegiatan peringatan hari lanjut usia nasional ke-23 tahun provinsi Sulawesi Utara tahun 2019,” ucap Walikota.

Menurut Tatong, Lansia di yang ada di Sulut khususnya di Kota Kotamobagu perlu diberdayakan, sebab mereka mempunyai kemampuan yang kuat untuk menggali segala bentuk potensi diri yang ada.

 

“Lansia juga harus berikan intervensi supaya sehat. Sebab, mereka juga merupakan penentu indeks pembangunan manusia tentang lama usia hidup. Nah, kalau kita tidak intervensi atau tidak ada gerakan menuju ke kesehatan, berupa pola hidup, nantinya akan mempengaruhi usia panjangnya masyarakat. Oleh sebab itu dengan mereka di berdayakan pasti ada nilai positif dan biasa memberikan kontribusi untuk mempertahankan usia,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gibernur Prov Sulut Steven O.E Kandouw berharap dengan para lansia ini tidak mengurangi semangat pemerintah daerah khususnya dinas sosial provinsi Sulawesi Utara dalam memberikan perhatian dan pelayanan terhadap para lansia. Baik manusia yang berada di dalam maupun di luar lembaga Kesejahteraan sosial.

“Maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah sebagai upaya untuk internalisasi nilai-nilai penghormatan masyarakat terhadap lanjut usia. Dengan tujuan untuk meningkatkan kepedulian dan partisipasi sosial masyarakat terhadap lanjut usia, meningkatkan kesadaran diri kaum muda terhadap lanjut usia, serta memberikan apresiasi penghargaan lanjut usia melalui momen peringatan sehari bersama lansia, terwujudnya kualitas pelayanan sosial lmelalui program pemberian bantuan alat bantu dan paket bagi lansia yang tidak mampu.” Jelasnya.(Advetorial)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.