Kepemimpinan TBNK Genap Satu Tahun, Pemkot Gelar Doa Syukuran

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Kotamobagu,WB—Masa kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Kotamobagu Ir Hj Tatong Bara bersama Nayodo Koerniawan SH (TB-NK) telah genap satu tahun sejak dilantik pada tahun 2018 lalu. Olehnya, Pemerintah Kota (Pemkot) menggelar doa syukuran sekaligus Dzikir dan Doa bersama di Aula Rumah Dinas Walikota, Kamis (3/10/2019) kemarin.

Pada kesempatan itu, Ketua MUI Kotamobagu Hi Yusuf Dani memberikan ceramah agama kepada para tamu undangan. Dimana, acara tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kotamobagu Meiddy Makalalag beserta anggota, unsur Forkompimda, Pimpinan SKPD, Camat dan Lurah, tokoh agama dan tokoh masyarakat se Kotamobagu.

Walikota Tatong Bara dalam sambutannya mengucapkan banyak terima kasih atas doa dan dukungan dari semua elemen masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih atas semua dukungan yang diberikan oleh seluruh komponen masyarakat tanpa terkecuali, sejak dilantik hingga saat ini dengan berbagai hal yang telah dilewati, dalam satu tahun ini alhamdulilah mampu dilewati dengan sangat aman, dan damai di tahun pertama,” ucap Walikota.

Dikatakannya, Pemerintahan TBNK mengambil Visi dan misi untuk memajukan Kotamobagu sebagai pusat jasa dan perdagangan berbasis kebudayaan lokal menuju masyarakat yang sejahtera dan berdaya saing.

“Kenapa berbudaya lokal, karena tantangan Kotamobagu tidak mudah dan tidak ringan. Misi dan Visi ini ditempatkan sebagai calon ibukota Provinsi Bolaang Mongondow Raya, dengan dinamika yang luas nanti berdampak pada seluruh masyarakat tanpa terkecuali,” tuturnya.

Menurutnya, di tahun pertama TBNK sangat cukup sukses karena dukungan dari DPRD Kotamobagu, TNI Polri, Kejaksaan, Pengadilan, serta masyarakat yang turut menjaga Kotamobagu dan mesukseskannya. “Ada pembangunan yang menjadi target saya dan Pak Wakil yakni membangun Universitas Negeri, membangun Jalur Lingkar Kotamobagu, Rumah Sakit Rujukan Regional, serta Stadion respresentatif yang harus dibangun,” jelasnya.

Peluang pembangunan sangat tinggi namun tantangannya juga berat, oleh sebab itu Visi Kotamobagu membangun daerah Kotamobagu berbasis kebudayaan lokal. “Bahasa Mongondow tidak boleh hilang, Kebudayaan Mongondow juga tidak boleh hilang.” Tutupnya.(Advetorial)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.