Langsung Action, Dekot Kotamobagu Lakukan Kunjungan di Tiga Tempat

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Kotamobagu,WB—Jajaran Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kotamobagu, Senin (7/10) kemarin, melakukan kunjungan di tiga tempat berbeda.

Kunjungan yang dipimpin langsung Ketua DPRD Kotamobagu, Meiddy Makalalag itu, dimulai dengan berkunjung ke Pasar Serasi dan Pasar 23 Maret, dilanjutkan ke Masjid Agung Baitul Makmur (MABM) dan diakhiri ke RSUD Kotamobagu.

Pantauan media ini, para Aleg melihat langsung keadaan pasar baik bangunan maupun kondisi terkini aktivitas perdagangan. Serta melakukan dialog dengan pedagang.

Para Aleg saat berdiskusi dengan sejumlah pedagang

Para anggota dewan ini juga ingin mencari tahu permasalahan yang dihadapi pedagang. Disamping itu, mereka juga ingin menyerap aspirasi langsung dari bawah.

Dikesempatan tersebut, Dekot menemukan banyak pedagang yang berjualan dilokasi yang bukan peruntukkannya.

“Pedagang ada yang berjualan dijalan, padahal itu bukan peruntukannya,” kata Syarifuddin Mokodongan Wakil Ketua DPRD Kotamobagu dari Partai Nasdem.

Menurut dia, hasil peninjaun ini ditemukan banyak lapak yang kosong, tidak pakai. Ada juga kios yang kosong bahkan dikuasai hanya oleh beberapa orang saja.

Dilanjutkan dengan kunjungan ke MABM. pada kesempatan itu, Kabag Kesra Adin Mantali dan Pelaksana Sofyan Hatam yang juga Sekretaris PUPR Kotamobagu menyambut kedatangan para Aleg.

Pada kesempatan itu juga, DPRD meminta Pemkot Kotamobagu dan pihak ketiga berkomitmen menyelesaikan proyek finishing masjid tersebut sesuai waktu ditentukan. Kebutuhan anggaran untuk penuntasan proyek itu ditanyakan juga.

Tampak para Aleg saat berada di MABM

Usai mengunjungi MABM, Dekot melanjutkan kunjungan ke Rumah Sakit Daerah (RSUD) Kotamobagu. Di sini para wakil rakyat disambut Dirur RSUD, dr Tanty Korompot.

Beberapa hal menjadi sorotan DPRD di RSUD. Mulai dari layanan yang tidak maksimal kepada pasien, proyek bermasalah, hingga kebersihan RSUD.

Meski demikian, DPRD juga menanyakan kendala dihadapi manajemen RSUD dalam rangka peningkatan layanan kepada masyarakat. Termasuk kebutuhan anggaran.

Ketua DPRD Kotamobagu, Meiddy Makalalag, mengatakan bahwa kegiatan yang mereka lakukan adalah bagian dari fungsi pengawasan yang melekat kepada DPRD.

“Agar kami tahu apa persoalan di lapangan, serta bagaimana solusinya. Termasuk dalam rangka penyusunan anggaran tahun 2020 apa yang harus kami lakukan untuk masalah-masalah yang kita temui ini,” ucapnya.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.