Raup Keuntungan Hingga Jutaan Rupiah, Kopi Rinjing Milik Eka “Banjir” Orderan

0

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Kotamobagu,WB—Guna memikat para konsumen untuk membeli sebuah hasil produk, kuantitas dan kualitas harus diutamakan. Pasalnya, suatu produk akan memiliki daya tarik yang kuat jika memiliki kemasan yang unik.

Hal ini berpotensi untuk kelancaran dalam penjualan produk lokal dan dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Sebut saja Eka Paduo, salah satu pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) Kopi Rinjing di Desa Moyag, Kecamatan Kotamobagu Timur, menggunakan kemasan yang unik guna untuk menarik pelanggan.

“Bagaimana caranya agar sebuah produk lokal itu dapat bersaing dengan produk-produk luar yang terdapat diberbagai supermarket dan minimarket, tentu dengan kemasan. Karena kemasan sangat berpengaruh pada sebuah produk. Apalagi jika kemasannya menarik, pasti aka ada rasa ingin mencoba dari konsumen. Tentu dengan larisnya suatu produk maka perputaran ekonomi semakin meningkat. Dan hasil produk akan lebih dikenal,” ujar Eka.

Pemilik usaha Kopi Rinjing yang bekerja dibidang penghasil biji kopi dan bubuk kopi sekaligus distributor kopi ini, bisa meraup keuntungan hingga jutaan rupiah dalam sebulannya.

“Alhamdulillah, keuntungannya dalam dua hari itu 15 kilo gram. Kebetulan saat ini harga kopi dipasaran naik, jadi dalam sekilo itu keuntungannya sampai Rp 20 Ribu,” ujarnya.

Hasil kopi yang diolahnya berasal dari petani-petani lokal yang ada di Kota Kotamobagu, terutama petani kopi di Desa Moyag. Sehingga dengan itu bisa membantu meningkatkan roda perekonomian para petani.

“Biji kopi saya beli dari petani lokal. Tentu ini juga bisa membantu meningkatkan gairah mereka dalam meningkatkan perputaran ekonomi, terutama bagi petani kopi,” bebernya.

Bahkan, konsumen yang memesan kopi rinjing ini selain warga lokal dan warung-warung, ada juga dari luar daerah seperti Kota Manado. Tapi itu tergantung pesanan yang ada. “Selain warga setempat, ada juga dari Manado yang jadi konsumen, terutama pelaku usaha café dan lain-lain. Namun itu tergantung pesanan yang ada,” ujar Eka.

Dirinya pun berharap, agar Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu melalui Instansi terkait dapat memperhatikan pelaku UKM yang ada, terutama produk-produk makanan atau minuman, untuk memberikan bantuan pengadaan mesin kemasan.

“Jika ada mesin kemasan itu, tentu bisa mempercepat pengemasan. Begitu juga pelaku usaha lain, seperti pengusaha kacang goyang, atau makanan-makanan lokal lainnya bisa mengemas hasil olahan, kemudian dipasarkan. Kan hasil dari pengemasan itu bisa menjadi retribusi untuk penghasil PAD dan para pelaku usaha bisa lebih bergairah untuk menjalani usahanya.” Jelasnya.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Leave A Reply

Your email address will not be published.