Home Bisnis Bagaimana vila mewah bisa sampai ke taman nasional yang dilindungi di Bali?

Bagaimana vila mewah bisa sampai ke taman nasional yang dilindungi di Bali?

9
0


DENPASAR, Bali – Pertanyaan publik kian memuncak setelah anggota DPR Bali menemukan sejumlah vila mewah di kawasan lindung Taman Nasional Bali Barat saat inspeksi mendadak pekan ini.

Sidak yang dilakukan pada Selasa (28 April) itu dipimpin I Made Supartha dan anggota Panitia Khusus Perencanaan Tata Guna Tanah dan Aset Umum (Pansus TRAP) Bali, didampingi pejabat kehutanan dan perwakilan instansi pemerintah terkait.

Para pejabat mengatakan mereka telah mengidentifikasi 18 vila yang tersebar di sekitar 382 hektar lahan, termasuk setidaknya lima bangunan yang terletak di kawasan konservasi hutan bakau yang dilindungi.

Tim juga melaporkan tanda-tanda pembukaan hutan bakau, pemadatan lahan, dan dugaan pelanggaran peraturan kemunduran pantai, yang mengharuskan bangunan menjaga jarak minimum dari garis pasang tertinggi.

Beberapa vila dilaporkan dipasarkan dengan harga mencapai 13,5 juta rupee (sekitar US$800) per malam, sehingga semakin menarik perhatian karena lokasinya berada di dalam kawasan konservasi yang dilindungi.

“Harganya mewah, tapi dibangun di atas hutan negara dan mangrove. Ini persoalan serius dan tidak ada kompromi jika menyangkut kawasan konservasi,” kata Supartha.

Ia menekankan, investasi pariwisata dan pembangunan ekonomi di Bali harus mematuhi peraturan lingkungan hidup dan aturan perencanaan penggunaan lahan.

Berdasarkan temuan awal komite, proyek tersebut mungkin telah melanggar beberapa undang-undang Indonesia terkait konservasi, kehutanan, perlindungan lingkungan, dan perencanaan lahan regional.

Usai pemeriksaan, panitia meminta agar seluruh aktivitas di lokasi tersebut dihentikan sementara menunggu penyelidikan lebih lanjut dan tinjauan hukum.

Jika pelanggaran tersebut terkonfirmasi, pihak berwenang mengatakan mereka yang terlibat dapat menghadapi sanksi pidana, pencabutan izin, perintah pembongkaran dan tindakan wajib remediasi lingkungan.

“Kami mendesak seluruh otoritas terkait untuk bertindak tegas dan transparan. Masa depan lingkungan hidup Bali tidak bisa dikorbankan,” kata Supartha.

Penafian: Meskipun segala upaya telah dilakukan untuk memastikan keakuratannya, artikel ini mungkin mengandung sedikit ketidakakuratan dalam nama, lokasi, atau detail acara. Pembaca dipersilakan menghubungi tim redaksi untuk klarifikasi lebih lanjut.



Source link